Saham Growth: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Menilai Kualitas Pertumbuhannya
Sebuah saham naik cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir, lalu orang menyebutnya "saham growth". Apakah sebutan itu tepat?
Belum tentu. Harga yang sedang naik dan perusahaan yang sedang bertumbuh adalah dua hal yang berbeda. Harga bisa naik karena banyak alasan, sedangkan pertumbuhan perusahaan dilihat dari perkembangan bisnisnya. Artikel ini membahas apa itu saham growth, ciri-cirinya, cara menilai kualitas pertumbuhan, dan hal yang perlu dipahami terkait valuasinya.
Pengertian Saham Growth
Saham growth adalah saham dari perusahaan yang diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan dan laba lebih cepat dibandingkan rata-rata industri atau pasar. Sumber pertumbuhannya bisa bermacam-macam, misalnya bertambahnya pelanggan, hadirnya produk baru, perluasan ke pasar baru, atau kemajuan teknologi.
Kuncinya ada pada pertumbuhan bisnis, bukan pada pergerakan harga sahamnya.
Saham Growth dan Strategi Growth Investing
Dua istilah ini sering tertukar. Growth stock adalah sahamnya, yaitu perusahaan dengan prospek pertumbuhan tinggi. Growth investing adalah pendekatan atau strategi untuk mencari saham dengan karakter tersebut. Sederhananya, yang satu adalah objek yang dicari, yang satu lagi adalah caranya.
Tidak Harus Perusahaan Kecil atau Sektor Teknologi
Banyak orang mengira saham growth selalu berasal dari perusahaan kecil atau sektor teknologi. Padahal perusahaan dari berbagai sektor dan ukuran bisa memiliki karakter growth, selama prospek pertumbuhannya memang kuat.
Ciri-Ciri yang Sering Ditemukan pada Saham Growth
Ciri di bawah ini adalah pola umum, bukan syarat yang harus terpenuhi semuanya:
- Pendapatan dan laba tumbuh relatif cepat.
- Masih ada ruang untuk berekspansi, misalnya pasar baru atau produk baru.
- Sebagian laba digunakan kembali untuk mengembangkan bisnis (reinvestasi).
- Dividen cenderung lebih kecil, karena laba diprioritaskan untuk pertumbuhan.
- Valuasi sering berada di tingkat premium.
- Harga bisa lebih peka terhadap perubahan ekspektasi pasar.
- Perusahaan memiliki keunggulan tertentu, seperti teknologi, merek, atau basis pelanggan yang kuat.
Satu ciri saja belum cukup untuk menyimpulkan sebuah saham termasuk growth. Yang lebih berguna adalah melihat gambaran secara keseluruhan.
Menilai Kualitas Pertumbuhan: Tiga Pertanyaan Sederhana
Pertumbuhan yang cepat belum tentu pertumbuhan yang sehat. Tiga pertanyaan berikut bisa menjadi kerangka awal.
1. Pertumbuhannya Datang dari Mana?
Coba telusuri sumbernya. Apakah dari pelanggan baru, produk baru, atau kenaikan volume penjualan? Pertumbuhan yang bersumber dari permintaan nyata biasanya lebih mudah dipertahankan dibanding pertumbuhan yang hanya didorong oleh promosi besar-besaran.
2. Apakah Pertumbuhan Itu Menghasilkan Laba dan Arus Kas?
Bandingkan dua perusahaan fiktif berikut:
| Perusahaan A | Perusahaan B | |
|---|---|---|
| Pertumbuhan pendapatan | 30% | 15% |
| Tren laba | Menurun | Meningkat |
| Margin | Menyempit | Membaik |
| Arus kas operasional | Negatif | Positif |
Pendapatan Perusahaan A tumbuh lebih cepat, tetapi biaya yang dikeluarkan untuk mengejarnya besar. Perusahaan B tumbuh lebih pelan, namun tampak lebih sehat dari sisi profitabilitas. Contoh ini menunjukkan bahwa satu angka pertumbuhan tidak cukup. Margin dan arus kas ikut menentukan apakah pertumbuhan itu berkelanjutan.
3. Seberapa Besar Ruang Tumbuh yang Tersisa?
Semakin besar sebuah perusahaan, semakin sulit menjaga laju pertumbuhan yang sama. Karena itu, lihat juga ukuran pasar yang bisa dijangkau, peluang ekspansi, dan kemampuan perusahaan menciptakan sumber pendapatan baru.
Satu hal lagi yang perlu diingat: bandingkan angka pertumbuhan dengan industrinya. Pertumbuhan pendapatan 10% bisa tergolong kuat di satu industri, tetapi biasa saja di industri lain.
Mengapa Valuasi Saham Growth Sering Tinggi?
Harga saham mencerminkan ekspektasi investor terhadap masa depan, tidak hanya kinerja saat ini. Ketika investor memperkirakan pendapatan dan laba masih akan bertumbuh, sebagian dari mereka bersedia membayar harga yang lebih tinggi.
Salah satu alat yang sering dipakai adalah rasio harga terhadap laba (price to earnings atau P/E). Contohnya, harga saham US$60 dengan laba per saham (EPS) US$2 menghasilkan P/E sebesar 30 kali. Angka itu berarti pasar membayar US$30 untuk setiap US$1 laba tahunan saat ini.
Ada dua catatan penting:
- P/E tinggi belum tentu berarti mahal. Angka itu bisa saja mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang memang kuat, dan P/E bukan satu-satunya alat ukur.
- Ekspektasi bisa berubah. Kalau hasil perusahaan lebih rendah dari perkiraan pasar, valuasi bisa dinilai ulang dan harga saham bergerak turun, meskipun bisnisnya sendiri masih tumbuh.
Hal yang Perlu Dipahami dari Saham Growth
Setiap jenis saham punya karakter risikonya masing-masing. Beberapa hal yang relevan untuk saham growth:
Laju Pertumbuhan Bisa Melambat
Perlambatan permintaan, persaingan, perubahan teknologi, regulasi, atau kondisi ekonomi bisa membuat pertumbuhan tidak sesuai perkiraan. Status growth juga tidak permanen. Seiring perusahaan membesar dan pasarnya semakin matang, ruang untuk tumbuh cepat bisa menyempit.
Harga Bisa Lebih Bergejolak
Karena harga banyak dipengaruhi ekspektasi, perubahan kecil pada proyeksi bisa terasa pada pergerakan harga. Wajar jika saham jenis ini terlihat lebih fluktuatif dibanding saham yang harganya lebih banyak ditopang dividen atau nilai aset.
Aset yang Bertambah Belum Tentu Bisnis yang Membaik
Perusahaan bisa membesar karena akuisisi, utang, atau perubahan pencatatan akuntansi. Jadi pertumbuhan aset perlu dibaca bersama kinerja pendapatan dan laba, bukan berdiri sendiri.
Growth dan Value: Dua Sudut Pandang, Bukan Soal Siapa Lebih Baik
Investor sering membandingkan saham growth dengan saham value. Keduanya punya tempat dalam dunia investasi, hanya cara memandang sumber potensi keuntungannya yang berbeda.
| Aspek | Saham Growth | Saham Value |
|---|---|---|
| Fokus | Pertumbuhan bisnis di masa depan | Harga relatif terhadap nilai perusahaan |
| Harapan | Pendapatan dan laba terus meningkat | Harga bergerak menuju nilai yang dianggap wajar |
| Valuasi | Cenderung premium | Cenderung lebih rendah |
| Dividen | Sering lebih kecil | Bisa lebih besar |
| Risiko utama | Pertumbuhan tidak memenuhi ekspektasi | Fundamental memburuk (value trap) |
Pada kenyataannya, banyak investor memadukan keduanya, dan sebuah perusahaan bisa berpindah karakter seiring waktu.
Apakah Saham Growth Cocok untuk Pemula?
Jawabannya tergantung pada situasi masing-masing. Sebelum memutuskan, ada beberapa pertanyaan yang bisa membantu:
- Berapa lama jangka waktu investasimu? Pendekatan growth umumnya bergantung pada perkembangan bisnis dalam jangka panjang.
- Seberapa nyaman kamu dengan harga yang naik-turun cukup lebar?
- Apa tujuan keuanganmu, dan bagaimana saham jenis ini cocok di dalam portofoliomu?
Apa pun jenis sahamnya, ada baiknya kamu memeriksa fundamental, valuasi, prospek bisnis, dan risikonya, bukan sekadar mengikuti label "growth" atau apa yang sedang ramai dibicarakan.
Intinya:
- Saham growth dinilai dari pertumbuhan bisnisnya, bukan dari harga yang sedang naik.
- Ciri umumnya: pertumbuhan pendapatan dan laba yang relatif cepat, ruang ekspansi, reinvestasi laba, dan valuasi premium.
- Kualitas pertumbuhan dinilai dari sumbernya, kaitannya dengan laba dan arus kas, serta ruang tumbuh yang tersisa.
- Valuasi tinggi mencerminkan ekspektasi, dan ekspektasi bisa berubah.
- Growth dan value adalah dua sudut pandang berbeda, bukan soal mana yang lebih baik.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan atau saran untuk membeli atau menjual saham tertentu. Contoh angka dan nama perusahaan bersifat fiktif. Setiap investasi mengandung risiko, termasuk kemungkinan kehilangan modal. Sesuaikan keputusanmu dengan tujuan, kondisi keuangan, dan profil risikomu.
