kenapa banyak orang ingin kaya tapi malas sekali belajar tentang keuangan
Pernah ketemu ngga dengan orang yang ingin sekali menjadi orang kaya, tapi ketika ada waktu dia tidak menyempatkan diri untuk belajar tentang uang. tidak mengerti bagaimana cara berinvestasi, bahkan uang yang tiap bulan sering dia pakai ngga tau kenapa nilainya setiap tahun nilainya terus turun. Hal seperti ini merupakan masalah umum yang sering ditemui oleh banyak orang termasuk saya juga. tapi hanya sedikit orang yang benar-benar bisa memahaminya. padahal keuangan bukan hanya berkaitan soal uang saja tapi ini juga soal arah dan makna hidup.
Coba banyangkan, ada dua orang bernama budi dan dika. keduanya mempunyai impian yang sama ingin bisa menjadi orang kaya sebelum usia 30 tahun. tapi langkah kedua orang ini berbeda, budi lebih sering menonton hiburan di hpnya dibandingkan dengan dika yang berusaha untuk belajar tentang keuangan meskipun kondisi dia sedang sibuk. lima tahun kemudia kita bisa menebak impian siapa yang sudah pasti akan tercapai.
tapi kebanyakan orang hanya ingin hasilnya saja tanpa mau berusaha untuk bisa melewati prosesnya, inilah menjadi akar masalah dari kebanyakan orang. apa saja masalah yang membuat kebanyakan orang seperti itu.
1. Inginya kaya instant tanpa mau bersusah payah
Hidup di zaman serba cepat semua hal bisa diakses hanya bermodalkan smartphone. hal yang seperti ini membuat orang semakin malas, apalagi minta baca masyarakat indonesia itu cukup memperihatinkan dan konten yang sering di tayangkan di media sosial maupun TV kebanyakan hanya membahas entertainment dan hiburan semata.
Didunia keuangan dan investasi kita tidak bisa mendapatkan kekayaan dalam waktu instant, untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan proses yang panjang serta butuh keilmuan, mentor waktu, pikiran, tenaga bahkan harus mengeluarkan uang juga untuk bisa mencapainya. sama halnya kita menanam pohon ngga akan mungkin satu hari menanam besoknya udah bisa langsung di panen.
Belajar merupakan proses yang sangat penting, disitulah seseorang akan ditempa untuk bisa memahami resiko, harus bisa mengendalikan emosi, dan menjadi lebih bijak dengan uang.
2. pendidikan keuangan itu sangat jarang sekali diajarkan disekolah
Ketika kita sekolah dulu kita tidak pernah diajarkan soal keuangan. akibatnya ketika pas sudah selesai sekolah ia merasa bahwa mengerti soal keuangan penting sekali apalagi kalau tujuan kita untuk bebas secara finansial. sebenarnya, ini bukan hanya salah individu tapi sistem pendidikan kita yang tidak tepat dan tidak memberikan ruang untuk literasi finansial. maka wajar saja kebanyakan orang jadi malas sekali belajar/taruma belajar karena saat sekolah di tuntut untuk bisa mempelajari ini itu tapi tidak tahu apa manfaatnya dan buat apa kedepannya.
Tapi kabar baiknya kita hidup di jaman serba mudah mau mendapatkan informasi apapun tinggal cari saja di Handphone semua tersedia, bisa juga lewat buku atau kursus online/offline. banyak juga para mastah yang mau mengajarkan keilmuannya kepada mereka yang tidak tahu sama sekali soal keuangan/finansial. syaratnya cuma satu mau atau tidak kita memperjuangan keinginan kita sendiri.
3. Takut dibilang Materialistis
Di masyarakat kita pembahasan soal uang sering dianggap tabu, kalau seseorang berbicara soal kekayaan, investasi atau strategi finansial sering di cap "Materialistis" akibatnya banyak orang memilih untuk diam dan tidak belajar sama sekali seolah-olah uang itu merupakan hal yang kotor untuk dibahas. Padahal uang hanyalah sebuah alat sama seperti pisau bisa digunakan untuk memotong bahan masakan bisa juga di gunakan untuk membunuh orang. yang menentukan baik buruknya bukan pisaunya tapi yang menggunakannya.
Belajar soal uang bukan berarti materialistis, justru orang yang paham keuangan bisa hidup lebih tenang dan bisa membantu lebih banyak orang. bayangkan saja kalau kita punya banyak uang seperti membuka usaha untuk menyediakan lapangan kerja, membangun sekolah dan memberikan sebagian uang kita bagi mereka yang kurang mampu itu merupakan tindakan yang mulia. jangan takut untuk menjadi orang yang ambisius selama niatnya dan caranya baik lakukan saja.
4. Rendah diri
5. Pengaruh lingkungan pergaulan
Lingkungan memiliki pengaruh terhadap kehidupan seseorang terutama masalah keuangan. kalau lingkungan pertemanan kita dikelilingi oleh orang pemalas kita juga akan ikut-ikutan malas dan begitu pun sebaliknya. kalau lingkungan kita dikelilingi oleh orang-orang yang rajin belajar, punya tujuan hidup dan suka sekali membahas seputar investasi makan kita juga akan terpengaruh. jadi untuk sekarang perhatikan lingkungan pertemanan kita dengan siapa kita bergaul itu akan menentukan masa depan kita.
6. bagaimana solusinya
Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk bisa mempelajari keilmuan tentang keuangan. anda bisa mendengarkan podcast di youtube, banyak sekali para mentor yang sering diwawancarai oleh konten creator tentang strategi keuangan dan investasi, atau juga bisa lewat buku juga serta kursus online maupun offline. di jaman sekarang akses informasi begitu banyak dan mudah didapatkan.
Menjadi kaya bukanlah hal yang langka banyak sekali orang yang menginginkannya tapi sedikit sekali mereka yang mau berusaha dan memperjuangkannya. kalau mau hidup kaya berhentilah mencari jalan yang instant dan cepat. mulai dulu aja dari hal-hal kecil atau hal yang bisa anda lakukan dengan mudah. seperti bagaimana membuat membaca laporan keuangan dan kenapa uang semakin lama semakin turun nilainya dan sebagainya.
percayalah semakin kita banyak belajar semakin banyak juga yang didapat. jadi jangan tunggu nanti, mulai saja meskipun itu hanya 5-10 menit perhatinya. karena kekayaan sejati bukan soal angka saja tapi kemampuan memahami bagaimana uang bekerja untu kita bukan sebaliknya.
.png)